Tentang

Abineda adalah jurnal nada sinestesia yang saya dokumentasikan, lalu saya olah pelan pelan menjadi karya musik.

Apa itu Abineda

Abineda adalah jurnal nada sinestesia, nada nada yang kadang muncul tiba tiba di kepala saya, tanpa saya rencanakan. Dulu, nada itu sering lewat begitu saja, indah, tapi hilang. Lewat Abineda, saya memilih untuk merekamnya, menyimpannya dengan rapi, lalu mengolahnya perlahan jadi karya musik yang bisa kita dengarkan bersama.

Kalau kamu ingin mulai cepat
Kamu bisa mulai dari halaman Musik, lalu cek bagian Ide Baru untuk potongan mentah, atau Demo Baru untuk versi yang sudah lebih utuh.

Siapa Putu Adi

Saya Putu Adi. Di keseharian, saya membangun website dan sistem kerja berbasis web, dari yang sederhana sampai yang kompleks. Tapi di balik itu, saya punya satu hal yang sejak kecil selalu saya simpan sendiri, yaitu kebiasaan mendengar nada random di kepala. Abineda lahir dari titik ketika saya sadar, kalau saya tidak mulai mendokumentasikan semuanya sekarang, banyak hal berharga akan terus hilang.

Peran Abineda
Tempat saya menyimpan ide, konteks rasa, lalu mengubahnya jadi demo dan karya yang lebih utuh.
Arah perjalanan
Bukan mengejar cepat, tapi konsisten, rapi, dan bisa dinikmati sambil tumbuh.

Apa itu sinestesia

Sinestesia adalah kondisi ketika otak menghubungkan dua hal yang biasanya terpisah. Ada orang yang melihat warna saat mendengar suara, ada yang merasakan bentuk saat membaca angka, dan banyak variasi lain. Pada saya, sinestesia lebih terasa sebagai munculnya nada nada tertentu yang datang begitu saja, kadang dipicu suasana, kadang tidak jelas pemicunya.

Catatan, halaman ini fokus pada pengalaman dan perjalanan, bukan definisi ilmiah yang berat.

Sinestesia yang saya alami

Kadang saya sedang diam, lalu muncul potongan melodi seperti intro pendek. Kadang muncul sebagai progresi chord yang terasa punya emosi tertentu. Rasanya seperti ada radio kecil yang tiba tiba menyala, memutar satu fragmen, lalu berhenti.

Yang unik, fragmen itu sering membawa rasa, bukan cuma bunyi. Ada yang terasa hangat, ada yang terasa dingin, ada yang terasa seperti senja, ada yang terasa seperti ruang kosong. Di momen tertentu, saya bisa menangkapnya cepat, tapi kalau terlambat, biasanya hilang dan susah diingat lagi.

Hangat, tenang
Dingin, kosong
Senja, pulang

Dari nada mentah ke karya

Buat saya, nada mentah itu seperti benih. Tidak semua benih harus jadi lagu utuh, tapi semuanya layak disimpan. Dulu saya sering merekam seadanya, lalu file tercecer, atau lupa konteksnya. Abineda mengubah proses itu jadi lebih rapi, mulai dari menangkap ide mentah, memberi catatan rasa, lalu mengembangkannya pelan pelan sampai jadi demo, lalu jadi karya yang lebih utuh.

1
Ide Baru
Potongan mentah, spontan, biasanya gitar atau piano.
2
Demo Baru
Sudah utuh, masih direkam seadanya, arah rasa sudah terasa.
3
Karya
Versi paling siap untuk dibagikan, rilisnya menyusul.

Struktur konten di Abineda

Ada tiga pintu masuk utama di Abineda, biar kamu bisa memilih cara menikmati perjalanan ini.

Ide Baru
Potongan mentah, cepat, jujur, fokus di rasa awal.
Demo Baru
Lebih utuh, masih raw, tapi sudah punya arah cerita.
Konten Baru
Catatan, cerita, dan konteks, biar kamu paham perjalanan.

Kenapa saya membagikan ini

Saya sadar, kalau disimpan terus, ini hanya jadi pengalaman pribadi. Padahal mungkin ada orang lain yang juga punya suara kreatif di dalam kepala, tapi belum berani memulainya. Abineda adalah cara saya jujur dengan proses, tidak menunggu sempurna, dan membiarkan karya tumbuh.

Mulai dari mana

Silahkan pilih yang paling cocok buat kamu.

FAQ

Sinestesia itu spektrumnya luas. Ada yang sangat jelas, ada yang samar. Di Abineda, fokusnya adalah pengalaman saya dan output kreatifnya.

Intinya adalah proses menangkap dan mengolah ide nada. Sinestesia adalah pintu masuknya, tapi perjalanan musiknya bisa lebih luas.

Ya, rencananya begitu. Untuk saat ini, saya fokus merapikan katalog ide dan demo dulu, lalu pelan pelan menuju rilis.

Bisa. Nanti saya siapkan halaman dan alur kolaborasi yang rapi. Untuk sementara, kamu bisa kontak lewat kanal sosial yang tertera.

Penutup

Kalau kamu sudah sampai di sini, terima kasih. Abineda bukan proyek yang lahir dari strategi, tapi dari kebiasaan kecil yang selama ini saya simpan sendiri. Sekarang saya memilih untuk merapikannya, satu demi satu, menjadi sesuatu yang bisa didengar. Kalau kamu ingin ikut perjalanan ini, kamu bisa mulai dari satu ide paling baru.